Mohon tunggu sejenak...

Mohon tunggu sejenak...

F&I: "Gantungkanlah Cita-Citamu Setinggi Langit" ?

Langit

Ungkapan "Gantungkan cita-citamu setinggi langit" sangat melekat di hati masyarakat Indonesia. Semboyan penyemangat ini sering dikemukakan oleh Presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Beliau biasanya melanjutkan kalimat itu dengan ucapan: "Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."

Semboyan ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Kita didorong untuk memiliki impian yang besar. Kita diminta untuk tidak mudah menyerah dan terus berusaha mengembangkan kemampuan diri demi masa depan.


Sudut Pandang Alkitab

Memiliki impian dan rencana masa depan adalah hal yang baik. Namun, iman Kristen meletakkan dasar yang berbeda mengenai masa depan. Alkitab mengingatkan agar kita tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri secara mutlak.

Di dalam Yakobus pasal empat ayat tiga belas sampai lima belas, ada sebuah peringatan tentang rencana manusia. Alkitab mengajarkan agar kita selalu berkata: "Sebenarnya kamu harus berkata: 'Jika TUHAN menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.'"

Cita-cita yang tinggi bisa menjadi bumerang jika tujuannya hanya untuk kesombongan diri. Tokoh Alkitab seperti Yusuf dan Daniel memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sebuah bangsa, tetapi itu terjadi karena mereka menaruh hidup di bawah rencana TUHAN, bukan karena ambisi pribadi.


Bahan Renungan

Bermimpi besar itu tidak salah. Namun, hal yang paling penting adalah melibatkan TUHAN di dalam setiap rancangan kita. Apakah cita-cita yang kita kejar hari ini murni demi kepuasan diri, atau untuk memuliakan nama TUHAN?

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA