F&I: "Hati Nurani Tidak Pernah Salah" ?
Ketika seseorang bingung dalam mengambil keputusan, sebuah nasihat klasik yang sering terdengar (anonim) adalah: "Ikuti kata hatimu, karena hati nurani tidak pernah salah." Ungkapan ini mengasumsikan bahwa di dalam diri setiap manusia ada kompas moral yang selalu murni.
Semboyan ini mengajar kita untuk jujur pada diri sendiri dan tidak mengabaikan suara kecil di dalam batin yang sering memperingatkan kita saat melakukan kesalahan.
Sudut Pandang Alkitab
Hati nurani memang anugerah yang TUHAN taruh di dalam diri manusia. Namun, Alkitab mengingatkan bahwa sejak manusia jatuh ke dalam dosa, seluruh keberadaan manusia—termasuk pikiran dan hatinya—telah ikut tercemar dan bisa menipu.
Di dalam nabi Yeremia 17:9, firman TUHAN memberikan peringatan keras: "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"
Hati nurani manusia bisa menjadi tumpul atau salah menilai jika terus-menerus dikompromikan dengan dosa. Oleh karena itu, iman Kristen tidak menjadikan hati nurani sendiri sebagai hakim tertinggi, melainkan harus selalu diuji dan diselaraskan dengan kebenaran mutlak Firman TUHAN.
Bahan Renungan
Pernahkah kita merasa langkah kita sudah benar hanya karena hati kita merasa nyaman, padahal tindakan itu melanggar Firman TUHAN? Mari kita selalu memohon tuntunan Roh Kudus agar hati nurani kita tetap peka akan kebenaran-Nya.