Mohon tunggu sejenak...

Mohon tunggu sejenak...

F&I: "Mengalir Saja Seperti Air" ?

Air Mengalir

Banyak orang menyukai ungkapan "Hidup mengalir saja seperti air". Dasar pemikiran ini diduga berakar kuat dari falsafah Tiongkok kuno yang diajarkan oleh seorang pemikir bernama Lao Tzu. Ia menekankan pentingnya sifat lembut, tenang, dan mengikuti keadaan tanpa melawan.

Dalam kehidupan sehari-hari, semboyan ini sering dipakai agar kita tidak stres. Kita diajak untuk bersikap tenang, luwes, dan mudah menyesuaikan diri saat menghadapi kesulitan hidup.


Sudut Pandang Alkitab

Sifat air memang tenang, tetapi air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Jika tidak berhati-hati, prinsip ini bisa membuat kita menjadi pasif. Kita bisa pasrah pada keadaan tanpa ada usaha untuk berubah.

Alkitab mengajak orang percaya untuk tidak sekadar ikut arus. Di dalam Roma pasal dua belas ayat dua, ada sebuah pesan yang tegas: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..."

TUHAN menciptakan kita dengan tujuan yang jelas. Hidup iman justru sering kali harus berjalan melawan arus dunia, bukan mengikutinya. Ketika dunia mengajak pada kebiasaan yang buruk, kita dipanggil untuk tetap teguh berdiri memegang kebenaran.


Bahan Renungan

Mengikuti arus memang terasa lebih mudah dan tanpa beban. Namun, air yang mengalir pasrah bisa membawa kita ke tempat yang tidak kita inginkan. Apakah hidup kita hari ini digerakkan oleh tuntunan TUHAN, atau sekadar ikut-ikutan arus dunia?

Punya ide semboyan lain untuk dibahas bersama? 💡 Kirim lewat WA