F&I: "Suara Rakyat adalah Suara Tuhan" ?
Semboyan politik yang sangat terkenal sejak zaman kuno berbunyi "Vox Populi, Vox Dei", yang artinya "Suara rakyat adalah suara Tuhan". Ungkapan bahasa Latin ini diduga pertama kali tercatat secara tertulis dalam surat seorang penasihat bernama Alcuin kepada Raja Charlemagne pada abad kedelapan.
Dalam sistem demokrasi, semboyan ini bernilai sangat tinggi. Kalimat ini mengingatkan para pemimpin agar tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu mendengarkan aspirasi serta kehendak orang banyak yang mereka pimpin.
Sudut Pandang Alkitab
Apakah kehendak orang banyak selalu sejalan dengan kebenaran TUHAN? Sejarah Alkitab justru menunjukkan fakta yang sangat berbeda. Keputusan orang banyak sering kali justru didorong oleh emosi, hasutan, atau kesesatan.
Mari kita ingat peristiwa bapa bangsa Musa ketika naik ke Gunung Sinai. Seluruh bangsa Israel bersepakat meminta Harun membuat patung lembu emas untuk disembah. Puncaknya, ingatlah pengadilan Yesus di hadapan Pilatus. Seluruh kerumunan rakyat berteriak bersama-sama: "Salibkan Dia! Salibkan Dia!"
Suara mayoritas tidak otomatis menjadi tolok ukur kebenaran ilahi. TUHAN tidak mengikuti tren atau tuntutan opini publik. Kebenaran sejati berdiri tegak di atas Firman-Nya, meskipun kadang kala seluruh dunia menolak untuk mempercayainya.
Bahan Renungan
Dalam mengambil keputusan hidup, apakah kita lebih sering mengikuti apa yang kata orang banyak anggap benar, atau mengikuti apa yang Firman TUHAN nyatakan? Menjadi berbeda demi memegang kebenaran memang tidak mudah, namun itulah panggilan iman kita.