Ilu10: Lansia Mendengkur, Tetap Terbujur
Lansia Mendengkur, Tetap Terbujur
Lewat pengalaman berulang kali mendoakan orang sakit, saya semakin berani. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Yesus masih menyembuhkan orang sampai saat ini. Namun demikian, saat itu rupanya saya belum cukup matang, baik dalam kehidupan rohani maupun pelayanan. Saya mengira segala masalah cukup langsung bisa diatasi dengan doa.
Apalagi berkaitan dengan masalah sakit-penyakit, saya belum berpikir secara mendalam. Saya belum memahami tentang iman, waktu, cara, serta ketergantungan kita kepada kehendak TUHAN. Saya juga belum mengerti tentang hikmat yang diperoleh ketika TUHAN mengizinkan seseorang mengalami sakit. Timbulnya salah pengertian (salah persepsi) dalam pelayanan kepada orang sakit ini terjadi karena terbatasnya buku-buku yang saya baca. Sebaliknya, saya justru lebih banyak dipengaruhi oleh semangat Ev. T.L. Osborn yang saat itu sangat terkenal.
Pada waktu senja di awal tahun pelayanan saya, saudara sepupu saya mengundang saya ke rumahnya. Beliau adalah istri polisi setempat yang meminta saya mendoakan tetangganya yang sedang sakit. Mungkin beliau mendengar tentang pelayanan saya dari anaknya, seorang pemuda yang bergabung di gereja. Kemudian saya pergi ke rumah orang yang sakit itu. Di sana sudah berkumpul banyak tetangga sekitar untuk melihat apa yang terjadi. Saya menyaksikan bahwa yang sakit adalah seorang bapak yang sudah uzur. Beliau berada dalam kondisi tidak sadar dan sedang mendengkur.
Beberapa ibu dan pihak keluarganya membujuk saya untuk mendoakan bapak itu. Mereka berharap siapa tahu TUHAN berkenan memberikan kesembuhan. Saat itu saya sebenarnya tidak yakin TUHAN akan menyembuhkan. Saya sungguh merasa terpojok, sehingga akhirnya saya bersedia maju untuk berdoa. Memang sesudah doa dipanjatkan, tidak terjadi mukjizat apa pun. Bapak tua yang sakit itu masih belum siuman dan tetap mendengkur. Bersyukur keluarganya tidak menjadi kecewa ataupun marah kepada saya. Sejak pengalaman tersebut, saya tidak lagi gegabah begitu saja dalam mendoakan orang sakit.
Memang dalam Alkitab ada beberapa kejadian tentang penyakit yang tidak mungkin dapat kita pahami sepenuhnya secara mudah. Ada kisah Nabi Elisa yang menderita sakit pada masa tuanya hingga meninggal. Ada pula Ayub yang untuk beberapa saat diizinkan oleh TUHAN mengalami sakit parah. Kemudian Epafroditus yang sakit hampir mati karena melayani TUHAN, serta Timotius, seorang pelayan TUHAN yang sering terganggu bagian pencernaannya. [CSW; info identitasnya]
2 Raja-raja 13:14, Filipi 2:25, & 1 Timotius 5:23 "Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya... Epafroditus, saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku... ia sakit dan hampir mati... Janganlah lagi minum air saja, melainkan gunakanlah sedikit anggur, karena pencernaanmu terganggu dan karena engkau sering sakit-sakitan."
Profil Penyusun Ilustrasi
Chris Wartomo (Alm.), seorang Pendeta alumni STBI (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia) di Semarang, yang banyak melakukan pelayanan di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Beliau juga telah banyak menyusun buku kumpulan ilustrasi. Almarhum telah menghubungi Dwi Ariefin untuk meminta mempublikasikan karya-karyanya.