Mohon tunggu sejenak...

Mohon tunggu sejenak...

Ilu4: "Yesus Mati karena Dosamu!"

“Yesus Mati karena Dosamu!”

Ilustrasi

Semula saya mengira bahwa saya tidak termasuk golongan orang berdosa. Sebab saya tidak pernah terlibat dalam kejahatan di masyarakat seperti judi, korupsi, atau perzinahan. Saat bekerja sebagai karyawan instansi, saya cukup aktif ke gereja. Setiap Minggu saya tidak pernah absen beribadah dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah di sana.

Suatu hari, hati saya tergerak untuk ikut kursus Kaum Awam di sebuah gereja lain. Meski berbeda aliran gereja, saya diizinkan mengikutinya selama sepekan. Seluruh peserta pemuda harus menginap di ruang sekolah minggu dan tidur di atas sehelai tikar. Misionaris dan pendeta mengajar kami silih berganti. Kami belajar tentang Mengenal Alkitab, Asas Kepercayaan Kristen, Sejarah Gereja, cara berkhotbah, hingga mengabarkan Injil secara perorangan. Awalnya terasa agak asing karena kebiasaan ibadahnya berbeda. Namun demikian, saya semakin tertarik mengikuti kursus karena para pengajarnya berbicara dengan penuh semangat.

Satu hari menjelang kursus selesai, tubuh saya mendadak demam dan menggigil. Sambil terbaring lemas di atas tikar, saya membaca buku khotbah Dr. Billy Graham yang berjudul Khasiat Darah Sang Juru Selamat. Tulisan mengenai penyaliban Yesus itu sebenarnya sudah sering saya dengar. Billy Graham menulis bahwa saat Yesus wafat, seorang prajurit Romawi menusuk lambung-Nya hingga memancarkan darah dan air. Penjelasan medis menunjukkan bahwa kondisi tersebut menandakan jantung-Nya pecah. Yesus Kristus mati bukan karena memikirkan penderitaan-Nya sendiri, melainkan karena jantung-Nya hancur memikirkan dosa umat manusia yang harus ditanggung-Nya.

Ketika membaca kalimat itu, hati saya sangat tersentuh. Saya seolah mendengar bisikan di dalam benak: "Yesus mati karena dosamu!" Seketika saya menangis terisak-isak sendirian karena sangat terharu memikirkan mengapa Yesus mau mati bagi dosa saya. TUHAN menuntun saya untuk mengaku bahwa saya adalah orang berdosa. Saya memohon pengampunan dan menyatakan percaya bahwa Yesus Kristus telah menanggung dosa saya. Saya menerima Dia sebagai Juruselamat dan Penguasa hidup saya. Seusai berdoa, beban berat di hati saya mendadak diangkat oleh TUHAN. Saya mengalami kelegaan dan sukacita besar yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Meski tubuh masih sakit, saya segera keluar menemui teman-teman untuk menceritakan pengalaman tersebut. Saya bersaksi bahwa Yesus Kristus telah mengampuni dosa saya dan memperbarui hidup saya. Sukacita itu mendorong saya untuk senang memuji TUHAN melalui lagu Seperti Sangat Besar Anugerah-Nya dan Hari Bahagia Kudapatkan Tuhan Yesus. Sejak saat itu, saya selalu terdorong menceritakan apa yang telah Yesus perbuat dalam hidup saya kepada siapa saja. Saya tidak ragu bahwa Yesus Kristus telah mengubah hidup saya. [CSW; info identitasnya]

Yohanes 9 ayat 25b "... satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."

×

Profil Penyusun Ilustrasi

Chris Wartomo (Alm.), seorang Pendeta alumni STBI (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia) di Semarang, yang banyak melakukan pelayanan di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Beliau juga telah banyak menyusun buku kumpulan ilustrasi. Almarhum telah menghubungi Dwi Ariefin untuk meminta mempublikasikan karya-karyanya.