Mohon tunggu sejenak...

Mohon tunggu sejenak...

Ilu7: Kalau Ngepel Begini Caranya!

Kalau Ngepel Begini Caranya!

Ilustrasi

Pagi hari sesudah bangun tidur, saya mengambil saat teduh sejenak dan berdoa. Sebelum mandi, saya keluar meninggalkan kamar asrama untuk mengepel kantor beberapa dosen dan toiletnya. Memang beberapa di antara kami mahasiswa ada yang ikut bekerja sambil kuliah. Pekerjaan ini kami lakukan untuk memperoleh hanya uang saku tambahan. Ada yang membantu administrasi di kantor dosen dan ada pula yang menyapu serta mengepel di area kampus. Tugas itu kami jalani secara rutin tanpa merasa berat sedikit pun. Apalagi bagi kami mahasiswa yang berasal dari daerah, bekerja dengan tangan sudah menjadi hal biasa.

Sesudah menyapu kantor dan toilet rektor, saya melanjutkan mengepel. Ketika sedang sibuk menggerakkan tangan ke kiri dan ke kanan, tiba-tiba rektor kami datang. Beliau menuju toilet dan sejenak memandang bagaimana saya mengerjakan tugas. Kemudian beliau meminta tangkai kain pel dari tangan saya. Sambil menggerakkan tangkai pel itu, beliau mengepel ruang toilet. Beliau berkata kepada saya: "Begini lho seharusnya kalau mengepel ruang yang sempit!" Memang saya tersipu sejenak. Namun demikian, saya menghargai pak rektor yang memberi teladan baik. Meskipun beliau seorang rektor dan pengkhotbah yang baik, beliau juga menjadi pengajar ilmu berkhotbah dan misiologi yang jelas.

Kelak di kemudian hari, saya semakin memahami bahwa pelayanan itu bukan hanya menyangkut hal-hal rohani saja. Adakalanya kita diperhadapkan pada situasi yang sulit. Kita harus rela bekerja dengan tangan kita sendiri sebagaimana rasul Paulus yang menjadi tukang tenda, sekalipun beliau mengutamakan hidupnya untuk mengabarkan Injil. Tidak jarang kita harus mencabut rumput, mengepel, dan mengatur ruang ibadah sebelum maupun sesudah acara karena gereja tidak mempunyai penjaga tetap. Bahkan pada masa perintisan, kebanyakan di antara kita harus menjalankan banyak fungsi dalam melayani. Kita ikut mengurus perizinan ke kepolisian, mengurus perpanjangan kontrak rumah, hingga membuat spanduk untuk ibadah. [CSW; info identitasnya]

Kolose 3 ayat 23 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia"

×

Profil Penyusun Ilustrasi

Chris Wartomo (Alm.), seorang Pendeta alumni STBI (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia) di Semarang, yang banyak melakukan pelayanan di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Beliau juga telah banyak menyusun buku kumpulan ilustrasi. Almarhum telah menghubungi Dwi Ariefin untuk meminta mempublikasikan karya-karyanya.