K170324
Garis Besar Khotbah: Kemenangan Derita Kristen dan Kristus
Kode Materi: K170324 | Nas Alkitab: Roma 5:1-11
Pendahuluan
Momen Paskah mengingatkan kita pada peristiwa penderitaan dan kematian Kristus. Sebagai pengikut-Nya, selama hidup di dunia ini, orang Kristen pun tidak luput dari penderitaan. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara penderitaan Kristus dengan penderitaan yang dialami oleh orang Kristen?
Ulasan Nas (Roma 5:1-11)
Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang Kristen yang berada di kota Roma. Paulus menguatkan mereka agar mereka memiliki iman yang benar, baik, dan teguh. Di dalam pasal 5, 6, dan 7, dijelaskan tentang pembenaran yang membawa perdamaian. Orang Kristen yang telah dibenarkan akan bebas dari murka Allah (pasal 5), bebas dari kuasa dosa (pasal 6), bebas dari tuntutan hukum Taurat (pasal 7), dan bebas dari maut (pasal 8). Secara khusus melalui pasal 5, kita melihat kebenaran rohani berikut:
1. Penderitaan Orang Kristen Berujung Bahagia
- Dasar Firman (Ayat 3b-4): "...kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."
- Penderitaan yang dialami sebagai orang Kristen pada akhirnya akan berakhir dengan berpengharapan.
- Penderitaan orang Kristen itu berbeda. Semua orang di dunia pasti mengalami penderitaan umum (seperti masalah fisik, sakit, atau menjadi tua). Ada juga orang yang menderita akibat dosa, kesalahan, atau kejahatannya sendiri (1 Petrus 4:15-16). Namun, penderitaan yang kita bahas di sini adalah menderita karena mempertahankan iman.
- Pada saatnya, orang Kristen akan menerima bahagia yang sejati. Penderitaan karena iman dan kebenaran ini pasti berujung pada kebahagiaan (1 Petrus 3:14a).
2. Kematian Kristus Membebaskan Orang Kristen
- Dasar Firman (Ayat 8-9): Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
- Melalui iman, orang percaya diangkat atau diadopsi menjadi anak-anak Allah sendiri (Efesus 1:5). Ini membuktikan bahwa Allah sangat mengasihi manusia, dan terlebih lagi Ia mengasihi anak-anak-Nya.
- Kematian Kristus menggantikan kematian kita. Orang berdosa mestinya dituntut hukuman kematian, karena upah dosa ialah maut (Roma 6:23). Tetapi Kristus mengambil alih dan menggantikan hukuman tersebut di atas kayu salib.
- Kini, setiap orang Kristen yang benar telah bebas dari hukuman. Melalui peristiwa Natal (Allah turun ke dunia) dan Paskah (kematian-Nya), kasih Allah dinyatakan secara penuh bagi kita.
Kesimpulan
Sebagai orang Kristen, sekalipun kita harus menderita di dalam dunia ini, tetaplah bersyukur. Sebab penderitaan kita akan berujung pada kebahagiaan karena kita telah dibebaskan dari hukuman kekal selama-lamanya.
Nas Penutup (Wahyu 2:10a-b):
"Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan."
Media Pendukung Khotbah
Tersedia file PowerPoint (PPT) original untuk khotbah ini yang dilengkapi dengan teks berukuran besar serta visual/gambar penunjang siap pakai untuk pelayanan Anda.
*Catatan: Tombol download akan mengarahkan Anda ke halaman Apresiasi & Dukungan. Silakan gulir hingga ke bagian bawah halaman tersebut untuk menemukan password/kode unduh file ini.
