Mohon tunggu sejenak...

Mohon tunggu sejenak...

Ilu2: Karcis Penggoda Agar Kaya

Karcis Penggoda Agar Kaya

Ilustrasi

Sepulang bepergian, saya baru saja turun dari kereta api. Sampai di rumah, saya masih memegang karcis tebal berwarna hijau. Tiba-tiba terbersit ucapan di dalam benak: "Coba kamu amati tanggal karcis yang sedang kamu pegang!" Saya mengamati cetakan tanggalnya. Bisikan aneh kembali terulang: "Itu kan sama dengan tanggal kelahiranmu, bukan?"

Ketika saya amati, tepat sekali dua angka paling depan sama dengan angka kelahiran saya. Suara di benak saya kembali meminta: "Ayo kamu beli kedua nomor itu, pasti besok keluar!" Ini betul-betul bisikan yang menggoda. Saat itu, saya masih menjadi guru Sekolah Kejuruan Tingkat Atas di suatu kota yang dekat dengan pusat kasino. Masyarakat sedang kecanduan judi buntut. Banyak orang pergi ke dukun atau mengikuti orang gila hanya untuk mengetahui kode nomor yang akan keluar.

Sementara banyak orang berupaya susah payah, saya justru mendapat tawaran cuma-cuma untuk mendapat uang banyak dengan cepat. Sebagai orang Kristen yang baru saja mengalami pertobatan, saya digoda. Namun demikian, saya berpikir bahwa sangat mustahil TUHAN menawarkan berkat pintas untuk menjadi kaya melalui cara seperti itu. Pembisik di pikiran saya pastilah setan, bukan TUHAN. Saya memilih untuk tidak mengikuti bujukan si penggoda untuk membeli nomor buntut.

Keesokan harinya, nomor yang keluar ternyata memang dua angka tersebut. Walau demikian, saya tidak menyesal sama sekali. Belakangan saya semakin menghayati bahwa setiap orang Kristen harus menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus. [CSW; info identitasnya]

Yakobus 1 ayat 16 sampai 17 & 2 Korintus 10 ayat 5c "Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran... Kami menawan segala pikiran dan menaklukannya kepada Kristus."

×

Profil Penyusun Ilustrasi

Chris Wartomo (Alm.), seorang Pendeta alumni STBI (Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia) di Semarang, yang banyak melakukan pelayanan di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Beliau juga telah banyak menyusun buku kumpulan ilustrasi. Almarhum telah menghubungi Dwi Ariefin untuk meminta mempublikasikan karya-karyanya.