Mohon tunggu sejenak...

Mohon tunggu sejenak...

SSA: Serba Serbi Berhuruf Depan "A"


Ahli Taurat (Ahli hukum agama)

Ahli hukum agama adalah sebutan untuk orang-orang yang memiliki tugas khusus pada zaman Perjanjian Baru. Tugas utama mereka adalah menyalin kitab-kitab suci. Mereka juga mempelajari hukum-hukum kuno. Setelah itu, mereka mengajarkan hukum tersebut kepada masyarakat.

Orang-orang ini sangat dihormati oleh masyarakat karena pengetahuan mereka. Di dalam kisah Alkitab, mereka sering mengawasi apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Mereka sering mempertanyakan tindakan-tindakan-Nya.

Matius 2 ayat :4 - "Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan."
Lukas 5 ayat :21 - "Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: 'Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?'"
Markus 2 ayat :16 - "Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: 'Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'"
▲ Kembali ke atas daftar

Alkitab (Kitab suci kekristenan)

Alkitab adalah sebutan untuk kumpulan kitab suci umat Kristen. Kata ini berasal dari bahasa Arab yang berarti sebuah buku atau kitab. Dalam bahasa Yunani, sebutan asalnya adalah biblia yang berarti kumpulan buku-buku kecil.

Buku suci ini terbagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama adalah Perjanjian Lama yang ditulis sebelum Tuhan Yesus lahir. Bagian kedua adalah Perjanjian Baru yang ditulis setelah masa hidup Tuhan Yesus di bumi. Seluruh isinya menjadi tuntunan hidup jemaat.

2 Timotius 3 ayat :16 - "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
▲ Kembali ke atas daftar

Amanat (Kain pengikat dahi)

Kain pengikat dahi adalah sejenis perhiasan kepala atau tali pengikat. Benda ini dipakai oleh masyarakat zaman dahulu. Kegunaannya adalah untuk menahan rambut agar tetap rapi. Pada perkembangannya, benda ini juga menjadi bagian dari pakaian resmi. Benda ini menjadi penanda kedudukan seseorang.

Tuhan Yesus pernah menyebutkan tentang benda ini. Penyebutan ini muncul ketika Ia memberikan teguran mengenai sikap hidup yang suka pamer di depan orang banyak.

Matius 23 ayat :5 - "Semua perbuatan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang." *(Catatan: Di beberapa catatan kaki Alkitab, tali atau kain pengikat ini juga disebut sebagai amanat).*
▲ Kembali ke atas daftar

Anak Domba Allah (Sebutan khusus untuk Tuhan Yesus)

Anak Domba Allah adalah sebutan atau gelar khusus yang diberikan kepada Tuhan Yesus. Pada tradisi umat Israel kuno, seekor domba muda yang tidak bercacat sering dijadikan hewan kurban. Kurban itu dipersembahkan untuk memohon pengampunan dosa kepada Allah.

Yohanes Pembaptis memakai istilah ini untuk menjelaskan kedatangan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang untuk mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Pengorbanan tersebut dilakukan untuk menghapus dosa umat manusia sekali untuk selamanya.

Yohanes 1 ayat :29 - "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 'Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.'"
▲ Kembali ke atas daftar

Asyura (Hari raya pendamaian)

Hari raya pendamaian adalah salah satu hari yang paling suci bagi bangsa Israel pada zaman dahulu. Hari ini diperingati setahun sekali. Pada hari tersebut, seluruh umat berkumpul untuk berpuasa. Mereka tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun.

Imam Besar akan masuk ke dalam ruangan paling suci di Bait Suci. Ia membawa darah hewan kurban. Darah itu dipakai untuk memohon pengampunan dosa bagi seluruh bangsa. Ini adalah waktu ketika umat mendekatkan diri dan berdamai dengan TUHAN.

Imamat 16 ayat :29 - "Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu: pada bulan yang ketujuh, pada hari yang kesepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu."
▲ Kembali ke atas daftar