RG002: Bijak Memakai Waktu
Bijak Memakai Waktu
Efesus 5 ayat 15 sampai 17 "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, jangan seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
Banyak orang tidak sadar bahwa layar ponsel pintar bisa mencuri waktu dengan sangat cepat. Kita membuka media sosial hanya untuk melihat sebentar. Namun tanpa terasa, satu jam sudah berlalu begitu saja. Kita sering mengeluh tidak punya waktu, padahal kita hanya kurang bijak memakainya.
Dunia digital masa kini menawarkan banyak hiburan yang memikat. Akibatnya, perhatian kita gampang terpecah. Urusan penting bersama keluarga sering terabaikan. Relasi dengan sesama di sekitar kita juga menjadi renggang karena semua orang sibuk menatap layarnya masing-masing.
Alkitab mengingatkan kita untuk memperhatikan cara hidup dengan saksama. Hari-hari ini penuh dengan godaan yang bisa menjauhkan kita dari hal baik. Keadaan ini menggambarkan suasana zaman yang kurang mendukung kebaikan (hari-hari ini adalah jahat). Oleh karena itu, kita diajak untuk menjadi orang yang bijaksana dalam membagi waktu harian kita.
Memakai waktu dengan baik bukan berarti kita tidak boleh beristirahat atau mencari hiburan. Kebiasaan ini adalah tentang membuat pilihan yang tepat. Kita perlu tahu kapan harus meletakkan gawai dan kapan harus bekerja atau beribadah. Bersikap arif berarti kita mengatur waktu, bukan membiarkan waktu kita diatur oleh kesenangan sesaat.
Waktu adalah pemberian TUHAN yang tidak bisa diputar kembali, sehingga setiap detiknya harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
- Batasi pemakaian media sosial setiap hari dengan memasang pengingat waktu di ponsel Anda, agar tidak melampaui batas yang wajar.
- Sediakan waktu khusus tanpa gangguan gawai saat makan bersama keluarga atau saat Anda sedang berdoa dan membaca Alkitab.
Sebuah ember yang bocor halus akan kehabisan air tanpa kita sadari. Begitu pula dengan hidup kita; jika kita membiarkan waktu luang terbuang sedikit demi sedikit untuk hal yang sia-sia, kita akan kehilangan kesempatan berharga untuk melakukan hal-hal besar.
Bacalah Mazmur 90 ayat 12. Renungkan doa Nabi Musa mengenai cara menghitung hari-hari hidup agar kita beroleh hati yang bijaksana.