TI-002: Benarkah Allah Orang Kristen Tiga?
Tuhan Allah yang disembah umat Kristen adalah satu dan Mahaesa, bukan tiga Tuhan. Istilah Tritunggal menjelaskan keberadaan satu Allah tunggal yang menyatakan diri-Nya dalam tiga Pribadi yang setara, yaitu Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus. Ketiganya memiliki hakikat ilahi, kuasa, dan kekekalan yang tunggal, namun berbeda dalam wujud pribadi dan tugas peran-Nya demi mengerjakan keselamatan hidup manusia.
Anggapan bahwa umat Kristen menyembah tiga Tuhan sering kali terdengar di tengah masyarakat. Pernyataan atau tuduhan tersebut muncul karena kesalahpahaman dalam mengartikan istilah ajaran tentang tiga Pribadi dalam satu Tuhan yang dikenal sebagai Tritunggal.
Tuhan Allah itu satu dan Mahaesa (Efesus 4:5-6). Dasar mutlak pengakuan keesaan ini bersumber langsung dari perintah utama di dalam Alkitab (Ulangan 6:4-5).
Untuk memahami kebenaran agung ini secara bersahaja, pengertian mengenai Allah Tritunggal dapat diuraikan melalui tiga dasar pemahaman utama:
1. Satu Hakikat Allah dalam Tiga Pribadi
Allah yang Mahaesa memperkenalkan diri-Nya kepada manusia di dalam tiga Pribadi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus (Matius 28:19). Penjelasannya: Bapa adalah Allah (Yohanes 17:3), Putra adalah Allah (Yohanes 1:1), dan Roh Kudus adalah Allah (Kisah Para Rasul 5:3-4). Walaupun demikian, wujud pribadi Mereka berbeda satu sama lain. Bapa bukan Putra, Putra bukan Roh Kudus, dan Roh Kudus bukan Bapa. Mereka bukanlah tiga Tuhan yang terpisah atau bertingkat-tingkat, melainkan satu dalam hakikat ilahi, kuasa, serta kekekalan (2 Korintus 13:13).
2. Keterbatasan Akal Pikiran Manusia
Tuhan Allah itu Mahabesar, sedangkan manusia hanyalah makhluk ciptaan yang penuh dengan keterbatasan (Mazmur 8:4). Segala bentuk upaya mandiri manusia untuk meneliti hakikat Allah melalui ilmu pikiran tidak akan pernah sanggup membuat manusia paham seutuhnya. Jika manusia masih memiliki keterbatasan untuk memahami rahasia dunia beserta ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sangat wajar jika manusia mengalami kesulitan untuk mengerti rahasia keberadaan Allah yang tidak terbatas (Yesaya 55:8-9).
3. Kesulitan Memahami Justru Membuktikan Kebesaran Allah
Bila keberadaan Allah dapat dengan mudah dipahami secara tuntas oleh otak manusia yang kecil, maka patut dipertanyakan apakah Dia benar-benar Allah? Justru melalui adanya kesulitan dan rasa kagum saat merenungkan hakikat Tritunggal ini, manusia makin diyakinkan bahwa Dia adalah Tuhan Allah yang Mahabesar dan melampaui segala akal (Mazmur 139:17). Kebenaran ini menuntut kerendahan hati manusia untuk menerima penyataan diri Allah sebagaimana adanya (1 Korintus 12:4-6).
Kesimpulan
Tuhan Allah orang Kristen bukan tiga melainkan tetap satu dan Mahaesa (Markus 12:29). Konsep Tritunggal menjelaskan bahwa satu Allah yang tunggal tersebut menyatakan diri dalam tiga Pribadi setara yang saling mengasihi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kebenaran agung ini tidak dipahami melalui logika duniawi yang terbatas, melainkan diterima dengan iman yang berlandaskan otoritas Firman Tuhan (Yesaya 41:4).
Penulis Penelaah: [DAS]
Ulangan 6:4-5; Yesaya 41:4; 55:8-9; 64:8; Mazmur 8:4; 139:17; Matius 3:16-17; 28:19; Markus 12:29, 31; 13:32; Yohanes 1:1, 14; 8:58; 14:17, 26; 17:3; Kisah Para Rasul 5:3-4; Roma 8:26-27; 9:11; 1 Korintus 12:4-6; 2 Korintus 3:6; 13:13; Efesus 4:4-6; 1 Yohanes 1:5; 3:20; 4:9-10.