TI-014: Benarkah Yesus Kristus Satu-satunya jalan keselamatan?
Yesus Kristus bukan sekadar salah satu jalan, melainkan satu-satunya jalan menuju Tuhan. Ini bukan karena kita merasa lebih hebat dari orang lain, melainkan karena hanya Yesus yang sanggup membayar harga dosa manusia melalui kematian-Nya di kayu salib.
Banyak orang bertanya, "Di dunia yang luas ini, bukankah semua agama mengajarkan kebaikan? Mengapa Kristen begitu yakin bahwa hanya Yesus satu-satunya jalan menuju keselamatan?"
1. Kata-kata Yesus Sendiri
Kita percaya ini bukan karena pendapat manusia, tetapi karena Yesus sendiri yang mengatakannya dengan sangat jelas: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Jika kita percaya Yesus adalah Tuhan, maka kita harus memegang teguh ucapan-Nya.
2. Masalah Dosa Perlu Jalan Keluar yang Benar
Dosa itu seperti hutang yang sangat besar yang tidak sanggup kita bayar. Karena Allah itu kudus, Dia tidak bisa membiarkan dosa begitu saja. Dibutuhkan seseorang yang bersih dari dosa untuk menggantikan posisi kita. Hanya Yesus yang memenuhi syarat itu. Dialah satu-satunya jalan keluar yang disediakan Tuhan bagi kita yang tidak berdaya (1 Timotius 2:5-6).
3. Ini Soal Kasih, Bukan Soal Kebencian
Menyebut Yesus sebagai satu-satunya jalan bukanlah bentuk kebencian atau kesombongan. Sebaliknya, ini adalah bukti kasih Tuhan yang luar biasa. Allah sudah membuatkan jembatan untuk kita pulang kepada-Nya (Yohanes 3:16). Jika kita menolak jembatan itu, maka kita menolak kesempatan yang sudah diberikan-Nya dengan cuma-cuma.
Kesimpulan
Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya jalan adalah keputusan iman yang paling berharga. Kita punya kepastian karena kita bersandar pada janji Tuhan yang setia, bukan pada usaha kita sendiri (Kisah Para Rasul 4:12).
Penulis Penelaah: [DAS]
Yohanes 3:16; 14:6; Kisah Para Rasul 4:12; 1 Timotius 2:5-6; 1 Yohanes 5:11-12.