Renungan Saku 002
Berakar di Dalam Dia
Kolose 2 ayat 7 "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."
Kehidupan rohani yang sehat tidak ditentukan oleh penampilan luar yang meriah, melainkan oleh kekuatan akar yang tersembunyi di dalam tanah. Sering kali kita lebih sibuk membangun pencapaian lahiriah yang tampak hebat di mata sesama manusia, namun mengabaikan keintiman pribadi dengan Tuhan. Ketika badai persoalan hidup datang melanda secara tiba-tiba, iman yang tidak memiliki akar yang dalam akan sangat mudah goyah dan tumbang.
Berakar di dalam Kristus berarti mengizinkan seluruh ruang pikiran, keinginan, dan keputusan kita dituntun sepenuhnya oleh Firman-Nya. Di tengah arus dunia modern yang menawarkan kepuasan instan dan jalan pintas, akar iman yang kokoh akan menjaga kita tetap tegak berdiri. Hal ini selaras dengan nasihat dalam Efesus 3 ayat 17 yang menegaskan bahwa hidup kita haruslah berakar dan berdasar di dalam kasih, sehingga kita tidak mudah terseret oleh rupa-rupa tren kehidupan fana yang tampaknya memikat namun sebenarnya menjauhkan kita dari kebenaran sebagaimana diperingatkan dalam Ibrani 13 ayat 9.
Mari kita memeriksa kembali ke mana arah akar kehidupan kita tertanam saat ini. Alkitab mengingatkan dalam Yeremia 17 ayat 7 sampai 8 mengenai berkat luar biasa bagi orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan, sebab ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air dan tidak takut datangnya panas terik. Jadikanlah Kristus sebagai satu-satunya dasar tempat kita melekat, sehingga hati kita senantiasa dipenuhi ketenangan dan rasa syukur yang melimpah.[DAS]