Renungan Saku 006
Kekuatan di Dalam Kelemahan
dua Korintus 12 ayat 9 "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab di dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."
Dunia sering kali menuntut kita untuk selalu tampil sempurna, kuat, dan tanpa cacat dalam segala hal. Akibat dari tuntutan palsu ini, banyak pribadi merasa sangat tertekan dan merasa tidak berharga ketika menghadapi keterbatasan diri atau kegagalan hidup. Namun di hadapan Allah, pengakuan tulus akan kelemahan diri justru menjadi pintu gerbang bagi bekerjanya kuasa ilahi.
Rasul Paulus pernah memohon agar duri dalam dagingnya diangkat, tetapi Tuhan memilih untuk memberikan kasih karunia yang memampukan dia menanggungnya. Kelemahan menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa berjalan sendirian tanpa topangan kekuatan Roh Kudus, sebagaimana dijanjikan dalam Yesaya 40 ayat 29 bahwa Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Di titik di mana kita kehabisan daya, di situlah anugerah Tuhan mengambil alih untuk memimpin langkah kita.
Jangan berkecil hati atau menyerah saat Anda menyadari keterbatasan atau kerapuhan hidup yang sedang dialami saat ini. Pandanglah keterbatasan itu sebagai ruang kosong yang siap dipenuhi oleh kesempurnaan kuasa kasih-Nya, sehingga kita bisa bersaksi seperti dalam Filipi 4 ayat 13 bahwa kita segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita. Mari melangkah hari ini dengan keyakinan penuh bahwa kasih karunia-Nya selalu cukup bagi kita. [DAS]