Memilihkan Bacaan...

Mohon tunggu sejenak...

Renungan Saku 008

Ketenangan di Tengah Badai

Ilustrasi

Markus 4 ayat 39 "Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: 'Diam! Tenanglah!' Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali."

Ketika badai kehidupan datang menerpa secara tiba-tiba dalam bentuk krisis keuangan, konflik relasi, atau pergumulan kesehatan, respons spontan manusia sering kali adalah kepanikan. Murid-murid Yesus yang adalah nelayan berpengalaman pun sempat kehilangan ketenangan batin mereka saat perahu mereka diamuk gelombang besar. Kita kerap kali lupa bahwa ukuran kedamaian kita tidak ditentukan oleh absennya masalah, melainkan oleh kehadiran Kristus di dalam perahu kehidupan kita.

Yesus menunjukkan bahwa ketenangan sejati bersumber dari otoritas ilahi yang mutlak atas segala situasi pelik. Firman-Nya dalam Mazmur 46 ayat 2 mengingatkan bahwa Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Menjaga ketenangan di tengah tekanan bukanlah bentuk penyangkalan terhadap realitas badai, melainkan sebuah keyakinan iman bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada badai apa pun yang sedang mengancam kita.

Mari kita melatih jiwa kita untuk diam dan berserah di hadirat-Nya daripada membiarkan pikiran dipenuhi oleh skenario kegagalan yang menakutkan. Alkitab menjanjikan bahwa damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus sebagaimana tertulis dalam Filipi 4 ayat 7. Teduhkanlah hatimu hari ini, percayakan kendali hidupmu sepenuhnya ke dalam tangan Bapa yang berdaulat, dan biarkan hardikan damai-Nya menenangkan setiap badai batinmu. [DAS]