Renungan Saku 009
Ketaatan yang Memulihkan
Lukas 5 ayat 5 "Simon menjawab: 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.'"
Sering kali kita merasa telah mengerahkan seluruh keahlian, waktu, dan tenaga untuk menyelesaikan suatu masalah, namun hasilnya tetap nihil dan mengecewakan. Pengalaman Simon Petrus mengajarkan bahwa bersandar pada logika dan kekuatan diri sendiri saja bisa membawa kita pada titik lelah yang buntu. Kelelahan rohani ini biasanya memicu keputusasaan dan membuat kita ingin berhenti melangkah.
Titik balik mukjizat terjadi ketika Simon memilih untuk merendahkan diri dan menundukkan logikanya di bawah otoritas perkataan Kristus. Kebijaksanaan sejati ini selaras dengan tuntunan Amsal 3 ayat 5 yang mengingatkan kita untuk mempercayai Tuhan dengan segenap hati dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketaatan yang radikal, bahkan di saat situasi tampak tidak masuk akal, adalah kunci yang membuka pintu pemulihan dan kelimpahan ilahi.
Mari kita bawa setiap area kehidupan kita yang sedang mengalami "kegagalan semalam suntuk" ini ke hadapan perintah-Nya yang menghidupkan. Alkitab menegaskan dalam Mazmur 37 ayat 5 agar kita menyerahkan jalan hidup kita kepada Tuhan dan mempercayai-Nya, karena Dialah yang akan bertindak. Ketika kita berani melangkah karena iman kepada Firman-Nya, bersiaplah melihat bagaimana jala kehidupan kita dipulihkan melampaui apa yang kita pikirkan. [DAS]