KP001: Alkitab Yang Utuh di Dasar Laut
Alkitab yang Utuh di Dasar Laut
Pada bulan April tahun 1912, kapal pesiar mewah Titanic tenggelam di Samudra Atlantik Utara setelah menabrak gunung es. Peristiwa besar ini menelan ribuan korban jiwa dan menenggelamkan seluruh isi kapal ke dasar laut yang sangat dalam, gelap, dan bertekanan tinggi. Puluhan tahun kemudian, para penyelam melakukan pencarian dan pengangkatan barang-barang berharga dari puing-puing kapal tersebut.
Di antara ribuan benda logam yang hancur dan berkarat, para ahli menemukan sebuah benda yang sangat mengejutkan. Mereka menemukan sebuah Alkitab milik salah seorang penumpang bernama tulisan tangan "Rev. Robert J. Bateman". Alkitab berbahan kertas ini ditemukan di dasar laut dalam kondisi yang luar biasa. Lembaran-lembarannya masih utuh dan tulisan di dalamnya masih bisa dibaca dengan sangat jelas.
Secara ilmu pengetahuan, kertas yang terendam air laut selama puluhan tahun seharusnya sudah hancur lebur menjadi bubur. Tekanan air di kedalaman ribuan meter juga sangat menghancurkan. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Alkitab ini bertahan melewati badai, garam laut, dan tekanan air yang mematikan.
Peristiwa ini memperlihatkan sebuah pesan yang kuat bagi kita. Dunia bisa berguncang, keadaan bisa tenggelam dalam masalah yang sangat berat, dan segala kemewahan dunia bisa hancur. Namun, firman TUHAN memiliki kekuatan yang tidak bisa dihancurkan oleh situasi serumit apa pun. Ketika hidup kita terasa tenggelam di dasar kesulitan yang paling dalam, peganglah firman TUHAN. Firman-Nya akan tetap utuh menjaga jiwa kita tetap selamat.
Yesaya 40 ayat 8 "Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Komentar
Posting Komentar