Ayat Tepat
Repositori Firman TUHAN Bagi Pergumulan Hidup Anda
Bagian 1: Nutrisi Rohani Diri Pribadi
1. Hidup Bertujuan
Diri dapat bimbang dan tak tahu arah hidup. Diperlukan yang mengarahkan hal tujuan hidup, yakni Firman TUHAN.
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."
— Amsal 3:5
"sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah"
— Kolose 1:10
"semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan"
— Yesaya 43:7
"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu."
— Wahyu 4:11
2. Iman dan Percaya
Ada saatnya diri merasa bimbang, goyah dan tak punya pegangan. Banyak hal di dunia yang tidak dapat dipercayai. Itulah perlunya iman percaya kepada TUHAN.
"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak"
— Mazmur 37:5
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
— Yohanes 14:1
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
— Roma 10:17
"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."
— Roma 5:1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
— Ibrani 11:1
"dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,"
— Efesus 6:16
3. Doa dan Harapan
Diri sering mengharapkan sesuatu, tetapi tidak berdoa; tidak tahu cara berdoa, malas, atau salah berdoa. Firman TUHAN menyehatkan dalam berdoa dan harapan.
"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu"
— Yeremia 29:12
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."
— Yohanes 15:7
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
— Filipi 4:6
"Tetaplah berdoa."
— 1 Tesalonika 5:17
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
— Yakobus 5:16b
"Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin."
— Yakobus 1:6
4. Tenang Diri dan Damai
Letih dan penat muncul karena persoalan dan urusan kehidupan. Tenang dirindukan, damai dinantikan.
"With tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman"
— Mazmur 4:9
"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."
— Mazmur 116:7
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
— Amsal 14:30
"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."
— Yesaya 26:3
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu."
— Yohanes 14:27ab
"Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."
— 1 Petrus 4:7b
5. Pikirkan Yang Positif dan Baik
Pikiran negatif adalah tanggapan diri yang buruk terhadap sesuatu, keadaan, atau orang lain. Memikirkan secara positif akan memberi kenyamanan dan kesehatan rohani.
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
— Roma 12:2
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,"
— Filipi 2:5
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
— Filipi 4:7
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
— Filipi 4:8
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."
— Ibrani 4:12
6. Perkataan Yang Baik Dan Sopan
Ribuan kata diucapkan tiap hari. Berkata dengan cara baik, dan mengeluarkan perkataan baik menyehatkan rohani.
"Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!"
— Mazmur 141:3
"Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya."
— Amsal 12:22
"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."
— Efesus 4:29
"Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."
— Kolose 4:6
"Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman."
— Yakobus 5:12b
7. Hidup Yang Kudus
Umat yang kotor, jahat, dan buruk moral tak dapat berdamai dengan Allah yang kudus. Umat Allah perlu punya rohani sehat, yakni hidup yang kudus.
"Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu."
— Imamat 20:7
"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."
— 1 Korintus 3:16, 17b
"Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."
— 1 Tesalonika 4:7
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
— Ibrani 12:14
"tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu"
— 1 Petrus 1:15
8. Mengatasi Pencobaan
Saat ada pencobaan dapat menyebabkan diri tertekan, bimbang, lelah, bahkan dapat jatuh iman. Agar berhasil hadapi pencobaan, perlu sehat rohani.
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"
— Yeremia 17:7
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"
— Roma 12:12
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu."
— 1 Korintus 10:13
"sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."
— 1 Yohanes 5:4
9. Bersyukur: Berterimakasih Kepada TUHAN
Pribadi yang tahu berterimakasih kepada TUHAN, itu pribadi yang bersyukur.
"Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."
— Mazmur 107:1
"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
— Mazmur 139:14
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah."
— Kolose 3:15
"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."
— 1 Tesalonika 5:18
10. Sabar - Tekun - Setia
Cepat bosan, mudah putus asa, dan tidak sabar sering melanda kehidupan. Pribadi yang sehat rohani akan bersikap sabar, tekun dan setia.
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar."
— Lukas 16:10
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!"
— 1 Korintus 15:58
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
— Galatia 6:9
"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna"
— Yakobus 1:3-4
11. Terhibur dan Bersukacita
Setiap orang pernah mengalami kesedihan dan dukacita. Hati yang gembira akan menyehatkan jiwa, rohani bahkan tubuh seseorang.
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
— Mazmur 23:4
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."
— Amsal 15:13
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"
— Filipi 4:4
"Bersukacitalah senantiasa."
— 1 Tesalonika 5:16
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
— 1 Petrus 5:7
12. Tidak Kuatir, Dan Yakin
Kuatir adalah bimbang dan gelisah karena ragu. Firman TUHAN diperlukan untuk memulihkan pribadi yang kuatir menjadi yakin.
"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah."
— Mazmur 55:23
"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;"
— Yesaya 41:10
"Sbab itu janganlah kamu kuatir... Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya"
— Matius 6:31-33
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
— Filipi 4:6
13. Teguh, Kuat, Semangat, Dan Berani
Keraguan, kebimbangan, putus asa, dan ketakutan adalah keadaan buruk yang dapat dialami setiap orang. Firman TUHAN memberikan keteguhan hati.
"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"
— Mazmur 27:1
"Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!"
— Mazmur 27:14
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
— Filipi 4:13
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
— 2 Timotius 1:7
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;"
— 1 Yohanes 4:18
14. Rajin dan Giat
Kemalasan adalah hal yang buruk. Kemalasan dilawan dengan sikap rajin dan giat sesuai tuntunan Firman.
"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."
— Amsal 10:4
"Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan."
— Amsal 13:4
"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga..."
— Pengkhotbah 9:10
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN."
— Roma 12:11
15. Semangat Untuk Sembuh
Sakit akan dialami oleh semua manusia. Ayat-ayat Alkitab diperlukan untuk menguatkan keyakinan bahwa TUHAN berkuasa menyembuhkan.
"Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,"
— Mazmur 103:3
"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang."
— Amsal 17:22
"Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!"
— Yeremia 17:14
"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita... dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
— Yesaya 53:5
"Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."
— 1 Petrus 2:24b
16. Mengelola Harta Dengan Baik
Manusia dipercaya TUHAN untuk mengelola dunia termasuk memiliki harta. Firman TUHAN menuntun kita memandang harta secara bijaksana.
"Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan... Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
— Matius 6:24
"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman..."
— 1 Timotius 6:10
"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu."
— Ibrani 13:5a
Bagian 2: Nutrisi Rohani Relasi Dengan Sesama
17. Perlu Bergaul Baik
Menyendiri dan tidak bersedia bergaul adalah sikap yang buruk. Namun demikian, perlu memilih teman pergaulan yang baik melalui arah Firman-Nya.
"Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang."
— Amsal 13:20
"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."
— 1 Korintus 15:33
"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!"
— Roma 12:18
18. Persahabatan Yang Baik
Persahabatan yang baik dibina dan dijaga dengan keyakinan yang benar sesuai Firman TUHAN.
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran."
— Amsal 17:17
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
— Yohanes 15:13
19. Hikmat Menemukan Pasangan
Jika memutuskan menikah, tentu perlu menemukan pasangan dengan baik. Bagaimana kata Firman TUHAN tentang pasangan hidup?
"TUHAN Allah berfirman: 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.'"
— Kejadian 2:18
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan?"
— 2 Korintus 6:14
20. Harmoni dalam Berkeluarga
Keluarga adalah sesama terdekat yang paling sering berinteraksi. Firman TUHAN diperlukan untuk menyehatkan relasi dan harmoni keluarga.
"Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada TUHAN"
— Efesus 5:22
"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya."
— Efesus 5:25
"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam TUHAN, karena haruslah demikian."
— Efesus 6:1
"Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting... supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."
— Efesus 6:2-3
21. Hikmat dalam Studi dan Bekerja
Aktivitas rutin harian di sekolah/kampus dan tempat kerja membutuhkan hikmat dalam berelasi dengan sesama.
"Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!"
— Mazmur 128:2
"jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan."
— 2 Tesalonika 3:10
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia."
— Kolose 3:23
22. Harmoni dalam Bergereja
Bergereja adalah bagian rutin orang percaya yang berhubungan dengan relasi sesama. Firman TUHAN menuntun ke arah persekutuan yang sehat.
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
— Kisah Para Rasul 2:42
"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
— Galatia 6:2
"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita..."
— Ibrani 10:24-25
23. Hikmat Bermasyarakat dan Berbangsa
Sikap yang tepat di tengah masyarakat menjadi kesaksian iman. Relasi dengan masyarakat dan negara perlu sehat.
"Lalu kata Yesus kepada mereka: 'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'"
— Markus 12:17a
"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah..."
— Roma 13:1
"Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram..."
— 1 Timotius 2:1-2
24. Senyum, Ramah, dan Simpati
Tersenyum adalah langkah kecil keramahan untuk bersimpati dan berempati terhadap keadaan sesama kita.
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."
— Amsal 15:13
"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"
— Roma 12:15
"hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni..."
— Efesus 4:32b
25. Berlaku Kasih, Berbuat Baik dan Memberi
Membiasakan untuk berlaku kasih, berbuat baik, dan memberi; itulah yang menjadikan relasi dengan sesama menjadi sehat.
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
— Markus 12:31
"harus mengingat perkataan TUHAN Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
— Kisah Para Rasul 20:35
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong..."
— 1 Korintus 13:4
"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."
— 1 Yohanes 3:18
26. Rendah Hati
Tinggi hati atau sombong bukan sikap yang baik. Relasi dengan sesama menjadi terjalin sehat jika tiap orang bersikap rendah hati.
"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan."
— Amsal 22:4
"Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan"
— Matius 23:12
"Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri"
— Filipi 2:3b
"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
— Yakobus 4:6b
27. Berbicara Dengan Baik
Berbicara dengan kasar atau sembrono merusak relasi. Firman TUHAN mengarahkan kita pada kebiasaan berbicara yang baik.
"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."
— Amsal 15:1
"Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang."
— Amsal 16:24
"Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur."
— Efesus 5:4
28. Menjauhi Iri Hati
Iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain membuat keadaan buruk. Firman TUHAN memulihkan rohani kita saat godaan iri itu muncul.
"Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang."
— Amsal 14:30
"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."
— Yakobus 3:16
29. Bukan Gosip dan Fitnah
Fitnah dan gosip merusak relasi dan perlu dibuang. Firman TUHAN menyarankan percakapan yang sehat tentang orang lain.
"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu."
— Keluaran 20:16
"Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu..."
— Imamat 19:16
"Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!"
— Yakobus 4:11a
30. Menegur, Mengkritik dan Dikritik
Menegur dan dikritik membawa kebaikan jika dilakukan dengan cara dan kesempatan yang tepat dalam roh lemah lembut.
"Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia."
— Lukas 17:3
"Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut..."
— Galatia 6:1
31. Berdamai Dengan Sesama
Benci, marah, dan permusuhan diatasi dengan kesungguhan serta kerelaan untuk membawa damai bagi sesama.
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
— Matius 5:9
"Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!"
— Roma 12:21
"Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain."
— 1 Tesalonika 5:13b
32. Bukan Mencurigai atau Menghakimi, Tapi Introspeksi
Relasi akan berjalan sehat bila kita menjauhi sikap menghakimi orang lain dan lebih fokus melakukan introspeksi diri.
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi."
— Matius 7:1
"Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu..."
— Matius 7:3-5
33. Sabar dan Memaafkan
Menyimpan dendam merusak relasi. Firman TUHAN mengajar kita agar bersikap sabar dan tulus memaafkan kesalahan sesama.
"Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran."
— Amsal 19:11
"Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga."
— Matius 6:14
"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu."
— Efesus 4:26
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam..."
— Kolose 3:13
34. Mendahulukan Orang lain
Saling mementingkan diri membuat relasi sakit. Keharmonisan timbul saat kita rukun dan bersedia mendahulukan orang lain.
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat."
— Roma 12:10
"Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain."
— 1 Korintus 10:24
35. Rukun dan Saling Mengasihi
Relasi yang indah dengan sesama terbangun dari komitmen hidup rukun dan saling mengasihi dari hati yang tulus.
"Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya."
— Mazmur 133:1,3b
"With demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
— Yohanes 13:35
"Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan"
— Kolose 3:14
36. Gotong Royong dan Saling Menolong
Sesama kita perlukan agar beban hidup menjadi ringan. Masalah menjadi lebih mudah diatasi saat kita terbiasa bergotong-royong.
"Kita, yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri."
— Roma 15:1
"Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
— Galatia 6:2
Bagian 3: Bimbingan Firman TUHAN Saat Mengalami Beban Berat
37. Takut
Tidak berani, gemetar, ngeri menghadapi sesuatu.. jangan-jangan datang bencana? Gentar saat hadapi masalah hidup.
"janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
— Yesaya 41:10
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
— Mazmur 23:4
"Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: 'Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.'"
— Yesaya 41:13
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
— 2 Timotius 1:7
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
— 1 Yohanes 4:18
"Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: 'TUHAN adalah Penolongku. Aku tidak akan takut.'"
— Ibrani 13:6ab
38. Bimbang
Merasa tidak tetap hati, kurang percaya, tidak yakin, bingung dan ragu-ragu.
"Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: 'Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'"
— Matius 14:31
"Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin."
— Yakobus 1:6
"Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu."
— Mazmur 26:1b
"Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita."
— Mazmur 62:9
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
— Yakobus 5:16b
"Yesus menjawab mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.'"
— Matius 21:21
39. Gelisah
Suasana hati yang tidak tenteram, cemas, tidak tenang, tidak sabar.
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
— Yohanes 14:1
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
— Yohanes 14:27
"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"
— Mazmur 42:6
"Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku."
— Mazmur 62:5
"Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."
— Yesaya 30:15
"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."
— Mazmur 116:7
40. Kuatir
Perasaan ketakutan atau cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
— Filipi 4:6
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
— 1 Petrus 5:7
"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah."
— Mazmur 55:23
"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
— Matius 6:34
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?"
— Matius 6:25
"Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia."
— Amsal 12:25
41. Pikiran Negatif
Memikirkan dan merasakan sesuatu dengan fokus pada hal-hal yang buruk, jelek atau tidak baik.
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."
— Filipi 4:8
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
— Filipi 4:7
"Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
— Lukas 6:42
"Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama."
— Roma 2:1
"Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya."
— Amsal 10:20
"Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah."
— Roma 14:10
42. Malas
Tidak suka atau tidak mau bekerja atau tidak mengerjakan sesuatu dengan bersemangat.
"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen."
— Amsal 6:6-8
"Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa."
— Amsal 12:24
"Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan."
— Amsal 13:4
"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."
— Amsal 21:5
"Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu."
— Amsal 10:4-5
"Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? 'Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring' — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata."
— Amsal 6:9-11
43. Letih
Tidak bertenaga, lelah sekali, lesu, capek, tidak berdaya, teramat penat.
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
— Matius 11:28
"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."
— Yesaya 40:29
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
— Filipi 4:13
"Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah and teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!"
— Mazmur 27:14
"Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?"
— Amsal 18:14
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."
— Amsal 15:13
44. Putus Asa
Habis atau hilang harapan, tidak mempunyai harapan lagi.
"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa"
— 2 Korintus 4:8
"Oleh karena itu, janganlah putus asa, sebab kalau kalian tetap percaya, maka ada upah yang besar untuk itu!"
— Ibrani 10:35
"Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."
— Ibrani 12:3
"Jika engkau putus asa dalam keadaan gawat, maka engkau orang yang lemah."
— Amsal 24:10
"orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah."
— Yesaya 40:31
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan TUHAN! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia."
— 1 Korintus 15:58
45. Gagal
Batal, tidak jadi, tidak berhasil, tidak tercapai maksud atau keinginan.
"Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana."
— Amsal 19:21
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."
— Yesaya 55:8-9
"Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal."
— Roma 9:6a
"Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak."
— Amsal 15:22
"Namun, janganlah putus asa, hai kamu semua! Teruskanlah pekerjaan itu, sebab Aku akan tetap membantu kamu."
— Hagai 2:4
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia."
— Kolose 3:23
46. Dicuri, Hilang, Rusak
Milik kesayangan diambil orang, rusak, hilang. Hati sedih dan kecewa.
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."
— Matius 6:19-20
"karena kekayaan tidak akan kekal, bahkan kuasa untuk memerintah pun tidak akan tetap selama-lamanya."
— Amsal 27:24
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."
— 1 Yohanes 2:15
"Kekayaan yang didapat dengan curang tidak memberi keuntungan; sebaliknya, kejujuran akan menyelamatkan."
— Amsal 10:2
"Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
— Lukas 12:21
"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas"
— 1 Petrus 1:18
47. Sedih dan Berduka
Sedu, isak, susah hati, sedih hati karena keadaan yang buruk, karena kemalangan, atau karena perginya seseorang.
"Terpujilah Allah, Bapa TUHAN kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami..."
— 2 Korintus 1:3-4a
"Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas."
— Yesaya 49:13b
"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."
— Mazmur 23:4
"supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia."
— 1 Tesalonika 4:13b-14
"Bersukacitalah senantiasa dalam TUHAN! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"
— Filipi 4:4
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."
— Amsal 15:13
48. Harus Jujur?
Tantangan untuk tidak bohong, tidak curang, menjaga tetap tulus, ikhlas dan sebagaimana adanya.
"Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,"
— Amsal 2:7
"jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita."
— Titus 2:10
"Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia."
— Amsal 14:2
"Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya."
— Amsal 21:8
"Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat."
— 1 Petrus 3:17
"Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang."
— Ayub 34:10b
49. Haruskah Kuambil?
Mengambil atau menyalahgunakan uang atau harta yang bukan miliknya untuk diri sendiri atau orang lain tanpa izin, sembunyi-sembunyi, atau dengan tidak sah.
"Jangan mencuri."
— Keluaran 20:15
"Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya."
— Imamat 19:11
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."
— Efesus 4:28
"Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
— Keluaran 20:17
"pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."
— 1 Korintus 6:10
"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan"
— Kisah Para Rasul 3:19
50. Suap?
Ada kesempatan dan situasi yang menggoda untuk menerima atau memberi uang sogok atau suap.
"Jangan menerima uang suap, sebab uang suap itu membuat orang menjadi buta terhadap yang benar dan merugikan orang-orang yang tidak bersalah."
— Keluaran 23:8
"Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar."
— Ulangan 16:19
"Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup."
— Amsal 15:27
"Jika orang arif menipu, bodohlah tindakannya; jika orang menerima uang suap, rusaklah wataknya."
— Pengkhotbah 7:7
"Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan TUHAN segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;"
— Ulangan 10:17
"Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh seseorang yang tidak bersalah."
— Ulangan 27:25a
51. Aku Hebat Lho…!
Sadar atau tidak telah tergoda untuk menghargai diri secara berlebihan; tinggi hati, congkak dan pongah.
"Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan."
— Amsal 16:18
"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
— Lukas 14:11
"Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!"
— 1 Korintus 10:12
"Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian."
— Amsal 29:23
"Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman."
— Amsal 16:5
"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
— Lukas 17:10
52. Porno & Cabul
Tergoda untuk melihat atau melakukan hal yang kotor, tidak senonoh, melanggar kesopanan, melanggar kesusilaan, atau terlibat dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan perkara cabul.
"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat."
— Matius 15:19
"Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya."
— Matius 5:28
"Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk TUHAN, dan TUHAN untuk tubuh."
— 1 Korintus 6:13b
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"
— 1 Korintus 6:19
"Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."
— 1 Tesalonika 4:7
"Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati."
— Roma 13:13
53. Tergoda Zinah?
Perbuatan hubungan biologis antara pria dan wanita yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan; atau seorang pria dengan wanita bukan istrinya, atau seorang perempuan dengan pria yang bukan suaminya.
"Jangan berzinah."
— Keluaran 20:14
"Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."
— 1 Korintus 6:9b-10
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah."
— Matius 5:32
"Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah."
— Ibrani 13:4
"Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan"
— Kisah Para Rasul 3:19
"Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu."
— Imamat 20:7
Komentar
Posting Komentar