KP002: Lagu di Tengah Badai Salju
Lagu di Tengah Badai Salju
Pada musim dingin tahun 1956, sebuah pesawat kecil yang membawa penginjil muda terperangkap dalam badai salju yang sangat buruk di pegunungan terpencil. Jarak pandang pilot menjadi nol. Mesin pesawat mulai membeku dan kehilangan daya dorong secara perlahan. Menurut catatan penerbangan, peluang untuk selamat dalam kondisi seperti itu sangatlah kecil.
Di dalam kabin yang berguncang hebat, rasa takut mulai menyerang para penumpang. Namun, alih-alih panik atau berteriak, hamba TUHAN di dalam pesawat itu mengajak semua orang untuk menyanyikan sebuah lagu pujian tua. Suara mereka bergetar menembus deru angin badai yang sangat kencang di luar pesawat.
Saat lagu selesai dinyanyikan, pilot tiba-tiba melihat sebuah celah kecil di antara awan tebal. Di bawah celah itu, terdapat sebuah padang salju yang landai. Pesawat berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat tepat sebelum bahan bakar benar-benar habis. Tim penyelamat menemukan mereka beberapa jam kemudian tanpa ada satu pun penumpang yang terluka.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketakutan sering kali melumpuhkan hati saat badai masalah datang. Namun, pujian yang lahir dari iman yang berserah memiliki kekuatan untuk mendatangkan ketenangan. Ketika kita meninggikan nama TUHAN di tengah jalan buntu, Dia sanggup membuka jalan yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Mazmur 42 ayat 9 "Pada siang hari TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku."
Komentar
Posting Komentar