KP011 (Kesaksian): Kesetiaan Kasih di Tengah Badai
Kesetiaan Kasih di Tengah Badai
Kehilangan seseorang yang kita cintai tidaklah mudah. Apalagi pasangan hidup yang sudah menemani sekian tahun. Masa ketika istri belum lama berpulang karena sakit berat menjadi momen yang paling berat.
Bukan hanya kesedihan yang datang. Ada kesulitan besar ketika saya harus menjadi orang tua tunggal. Ditambah lagi, saya juga harus kehilangan pekerjaan. Hal itu membuat kesedihan saya bertambah dengan kekecewaan dan amarah.
Saya cenderung menyalahkan diri sendiri, orang lain, bahkan menyalahkan TUHAN. Saya kecewa dengan keadaan dan apa yang terjadi dalam hidup saya. Bahkan, saya sempat merasa nasib saya tidak ubahnya seperti Yudas. Dalam pemahaman saya waktu itu, ada orang yang memang sudah ditakdirkan untuk selalu sial dalam hidupnya.
Dalam keseharian, saya berusaha menjalani kehidupan seperti biasa dan melangkah maju. Namun, selalu ada ruang kosong dalam hati saya. Ruang kosong itu sering dikuasai oleh kesedihan, kekecewaan, dan amarah. Ironisnya, saya sempat mencari hiburan dengan cara yang salah.
Tetapi TUHAN itu baik. Dia tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Dia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kekuatan umat-Nya. TUHAN menunjukkan penyertaan-Nya dengan cara-Nya.
Dalam kondisi yang terpuruk, saya dipertemukan dengan orang-orang yang memahami kondisi saya. Kami bisa saling berbagi cerita dan menguatkan. Saya bersyukur karena mereka merangkul saya tanpa menghakimi atau menceramahi. Setelah itu, pekerjaan saya dipulihkan di waktu yang tepat. Hubungan dengan keluarga dan jemaat juga ikut dipulihkan.
TUHAN menunjukkan bahwa kekecewaan dan kemarahan saya tidaklah tepat. Dia menunjukkannya bukan dengan teguran atau hukuman. Dia justru merangkul saya dengan berkat dan bukti nyata dari penyertaan-Nya.
Sekarang saya memulai lagi hidup saya. Saya memulai semuanya dari awal. Saya tahu pergumulan masih ada. Ujian atau pencobaan pasti akan datang lagi. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.
Namun sekarang saya sadar. Hidup harus memiliki tujuan dan harus ada penyertaan TUHAN di dalamnya. Terlepas dari apa pun keadaan kita, kita harus tetap bersyukur dan percaya. Tidak ada sesuatupun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus. Tuhan memberkati. [DW]
Saat badai hidup datang bertubi-tubi, hati kita sangat mudah menjadi kecewa dan marah kepada TUHAN. Namun, ketahuilah bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita. TUHAN sering kali menyatakan kehadiran-Nya melalui pelukan sahabat, pemulihan keadaan, dan kebaikan yang tidak terduga. Mari tetap melangkah maju dengan keyakinan penuh bahwa kasih-Nya selalu menyertai setiap langkah hidup kita.
Roma 5 ayat 3 sampai 5 "— karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
Komentar
Posting Komentar