RG004
Kemenangan Derita Kristen dan Kristus
Roma 5 ayat 1 sampai 11 "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah."
Momen Paskah selalu mengingatkan umat beriman pada peristiwa penderitaan dan kematian Kristus. Sebagai pengikut-Nya, selama hidup di dunia ini, orang Kristen pun tidak luput dari berbagai kesulitan serta air mata. Ada penderitaan umum yang dialami semua manusia seperti sakit fisik atau usia tua, dan ada pula kedukaan akibat kesalahan sendiri. Bagaimanakah sebenarnya hubungan antara penderitaan Kristus dengan penderitaan yang dialami oleh orang percaya?
Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk menguatkan orang-orang Kristen di kota Roma agar memiliki iman yang teguh. Melalui pasal yang kelima ini, Paulus menjelaskan tentang pembenaran yang membawa perdamaian sejati dengan Allah. Orang-orang yang telah dibenarkan oleh iman akan dibebaskan dari murka Allah, merdeka dari kuasa dosa, serta luput dari tuntutan hukum maut.
Paulus menegaskan bahwa kesengsaraan yang dihadapi karena mempertahankan iman justru menimbulkan ketekunan, tahan uji, dan bermuara pada pengharapan yang tidak mengecewakan. Istilah "tahan uji" dalam bahasa aslinya merujuk pada logam mulia yang telah murni setelah melewati perapian yang panas. Penderitaan karena kebenaran itu berbeda dari penderitaan biasa, sebab ada jaminan kebahagiaan sejati yang disediakan TUHAN pada akhir perjalanan hidup, seperti kesaksian dalam 1 Petrus 3 ayat 14.
Dasar dari kekuatan ini adalah pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Berdasarkan hukum rohani, upah dosa ialah maut, tetapi Kristus telah mengambil alih dan menggantikan hukuman mati tersebut ketika manusia masih berdosa. Melalui penumpahan darah-Nya, orang percaya kini diadopsi menjadi anak-anak Allah sendiri dan sepenuhnya bebas dari hukuman kekal. Kasih Allah yang agung telah dinyatakan secara tuntas melalui kerelaan Kristus memikul penderitaan mendalam demi menebus manusia.
Rasul Paulus meyakinkan jemaat di Roma bahwa pembenaran di dalam Kristus memberikan jaminan keselamatan dari murka Allah dan mengubah kesengsaraan menjadi ketekunan yang berujung pada pengharapan.Orang percaya dapat menghadapi penderitaan iman dengan keteguhan hati karena menyadari bahwa hukuman dosa telah sepenuhnya ditebus melalui kematian Kristus.
- Melihat penderitaan dengan cara pandang rohani. Menghadapi setiap ujian iman atau tantangan hidup dengan ketekunan, tanpa harus mengeluh atau tawar hati. Sadarilah bahwa proses ujian batin tersebut sedang membentuk iman menjadi lebih murni, seperti logam yang dimurnikan di dalam perapian, untuk menerima kebahagiaan sejati yang dijanjikan TUHAN.
- Menghidupi status sebagai anak tebusan. Menjaga kekudusan hidup sehari-hari sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan dari kuasa dosa yang telah diberikan oleh Kristus. Berusahalah untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan terhadap penghukuman maut, melainkan melangkah dengan keyakinan penuh di dalam perlindungan dan kasih TUHAN yang sempurna.
Sebagai orang Kristen, sekalipun penderitaan dan kesulitan harus dihadapi di dalam dunia ini, hati harus tetap dipenuhi oleh ucapan syukur. Kesengsaraan karena mempertahankan iman tidak akan pernah berakhir dengan kesia-siaan, melainkan membawa pada kemuliaan bersama TUHAN Yesus. Hukuman kekal telah dipatahkan dan kemenangan sejati telah diberikan kepada setiap orang yang percaya. Sudahkah pengorbanan Kristus menjadi sumber kekuatan terbesar saat kedukaan melanda hidup?
Komentar
Posting Komentar