SB001 (Humor): Salah Dengar di Warung Makan
Salah Dengar di Warung Makan
Suatu hari, seorang pria paruh baya makan di sebuah warung yang ramai. Sebelum makan, dia melipat tangan dan berdoa dengan suara yang agak keras. Dia berkata, Tuhan, berkatilah makanan ini. Singkirkanlah semua racun dan kotoran. Amin.
Pemilik warung yang berdiri di dekatnya mendengar doa itu. Wajah sang pemilik warung langsung berubah menjadi merah karena tersinggung. Dia mendekati meja pria itu dengan dahi berkerut.
Pemilik warung lalu berkata dengan nada kesal, Pak, masakan di sini selalu bersih dan segar. Kenapa Bapak berdoa seolah-olah makanan saya beracun? Pria itu tersenyum tenang. Dia menjawab, Oh, maaf, Pak. Saya tidak sedang meragukan masakan Bapak. Saya justru sedang meragukan perut saya sendiri yang sering rewel kalau makan pedas. [ANON]
Orang lain sering kali salah menilai apa yang kita sampaikan. Namun, TUHAN selalu melihat dan mengerti isi hati kita yang sesungguhnya. Saat kita datang kepada-Nya, kita tidak perlu mengarang kata-kata yang indah atau hebat agar terdengar baik di telinga sesama. Katakan saja apa adanya dengan jujur, karena Dia sangat mengenal siapa diri kita.
1 Samuel 16 ayat 7 "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Komentar
Posting Komentar